Viral Pengemis ‘A Kasihan A’ di Gunung Halimun Bogor, Ternyata ini Sosoknya

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM — Baliah, seorang perempuan paruh baya merupakan pengemis yang belakangan ini viral di media sosial lewat unggahan video TikTok. Dikenal dengan kata-kata “Aa Kasihan A” dan “Teh Kasihan Teh” saat mengemis, kesehariannya menjadi daya tarik dan memunculkan berbagai pertanyaan dari warganet.

Baliah adalah warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamujahan, Kabupaten Bogor. Terlahir dalam keluarga tidak mampu, keterbatasan ekonomi memaksa Baliah untuk mengemis guna mencukupi kebutuhan hidupnya, termasuk biaya sekolah anaknya. Suatu kehidupan yang jauh dari kata ideal di era modern saat ini. Suaminya, Ropik, adalah seorang tuna rungu yang bekerja serabutan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Read More
Jurnal

Belakangan ini, Baliah menjadi perbincangan hangat di media sosial dikarenakan cara uniknya dalam meminta bantuan. Memegang baskom serta tas hitam sambil mengenakan jas hujan, Baliah biasa mengemis dari pagi hingga sore di kawasan wisata Gunung Bunder yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Dirinya telah lebih dari setahun mengemis di tempat tersebut.

“Tadinya di Curug Cigamea, terus di sini tiap Sabtu sama Minggu. Kalau hari-hari biasa, keliling (sekitar pemukiman),” ujarn Baliah.

Meski tahu bahwa dirinya viral, Baliah mengakui bahwa dia tidak memahami secara utuh konteks dari viral, karena dia bukan orang yang paham akan teknologi.

Dalam sehari, Baliah mengatakan bahwa ia mampu mendapatkan sekitar Rp 100.000 dari hasil mengemis. Walaupun demikian, bukan berarti semua uang tersebut bisa dialokasikan untuk dirinya dan keluarganya. Penghasilan itu harus dipotong untuk biaya ojek sekitar Rp 60.000-Rp 70.000, jajan anak sebesar Rp 10.000, membeli voucher wifi Rp 4.000 untuk anaknya, dan sisanya digunakan untuk membeli beras.

“Ojek bolak balik Rp 60.000-Rp 70.000, jajan anak Rp 10.000, beli (voucer koin) WiFi Rp 4.000 (untuk anaknya), sisanya buat beli beras (makan),” ungkapnya.

Dalam era modern saat ini, penghasilan Rp 100.000 dalam sehari mungkin terdengar cukup bagi beberapa orang, namun jangan lupa bahwa biaya hidup setiap orang berbeda-beda. Terlebih, Baliah harus menggunakan sebagian besar penghasilannya untuk biaya ojek. (*)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *