Vihara Budhagaya Watu gong, Wisata Religi dengan Pagoda Tertinggi di Indonesia

banner 468x60

BANYUMANIK, KANGENTRAVELING.COM – Terletak di jalan Perintis Kemerdekaan, Pudak Payung, Banyumanik, Semarang. Vihara dibangun pada tahun 1955, merupakan Vihara pertama yang ada di Indonesia setelah runtuhnya kerajaan Majapahit. Pagoda Avalokitesvara Budhagaya Watugong Semarang mempunyai tinggi bangunan 45 meter yang mempunyai 7 tingkatan seperti Pagoda lainnya. Dengan tiap tingkatan terdapat patung Dewi Kwang Im hingga tingkatan ke-7. Hampir semua material bangunan diimpor dari Cina seperti genteng, aksesori, kolam, lampu, relief, tangga dari batu, air mancur naga, hingga patung burung Hong dan Kilin.

Dok. Pribadi

Saat ini vihara Budhagaya Watu Gong dikelola oleh yayasan yang awalnya dimiliki oleh perseorangan. barulah pada tahun 1997 diserahkan kepada yayasan Budhagaya. Dengan luas 2,5 Hektare dengan 5 bagunan dan 2 bangunan utama, ketika pengunjung memasuki area vihara akan disambut oleh sebuah batu besar di pintu gerbang yang bernama Watu Gong. Batu yang menyerupai dengan Gong dan  sekaligus sebagai nama vihara ini.

Dok. Pribadi

Di dalam area vihara terdapat pula monumen watugong, patung dewi Kwang Im, patung Budha tidur, Kolam teratai, patung Budha dibawah pohon Bodhi. Pohon Bodhi ( Ficus Religiosa ) yang ada di pekarangan Vihara ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera pada tahun 1955.

Dok. Pribadi


Salah satu keunikan  Vihara Budhagaya adalah dari bentuk bangunan dan warnanya yang mencolok menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung dari berbagai daerah. Para wisatawan yang datang kesini pada umumnya melakukan foto dengan latar belakang patung dan Pagoda atau bangunan lainnya yang ada disini.

Dok. Pribadi

Selain berwisata umat Budha biasanya melaksanakan ritual Tjiam Shi (ritual untuk mengetahui nasib manusia) di dalam Pagoda. Melakukan ritualnya dengan menggunakan bambu-bambu yang diberikan sampai pertanda salah satunya terjatuh. serta bisa juga kamu meminta petugas Pagoda untuk membacakan isi ramalan yang ada di bambu.

Dok. Pribadi

Sebagai bangunan utama terdapat juga bangunan utama kedua yaitu Vihara Dhammasala. Bangunan Dhammasala mempunyai  dua lantai. Lantai yang pertama digunakan sebagai aula serbaguna yang memiliki panggung pada bagian depan bangunan, sedangkan  lantai kedua adalah ruangan Dhammasala yang digunakan untuk upacara keagamaan umat Budha. Dilantai kedua ini juga erdapat patung Budha yang sedang duduk berwarna emas dengan ukura besar.

Dok. Pribadi


Disekeliling Vihara Dhammasala terdapat pagar dengan ukiran relief cerita Paticca Samuppada, yaitu proses kehidupan manusia hingga meninggal. ketika memasuki vihara ini, ada ritual khusus yang wajib dilakukan yaitu dengan menginjak relief yam, ular, dan babi yang ada di pintu masuk vihara.

Dok. Pribadi

Menurut keyakinan umat Budha, ayam mempunyai simbol keserakahan, ular merupakan lambang kebencian, dan babi melambangkan kemalasan. dengan menginjak relief hewan-hewan ini, umat manusia diharapkan bisa meninggalkan karakter hal yang demikian dan bisa masuk nirwana.
Ketika kamu akan berkunjung kesini Vihara Budhagaya mulai buka pada pukul 07.00 sampai 21.00 WIB, sedangkan biaya masuknya tidak dikenakan biaya tarif yang pasti, kamu akan hanya dimintai biaya retribusi parkir kendaraan seikhlasnya saja. Didalam komplek Vihara Budhagaya sudah tersedia toilet dibeberapa tempat yang terawar dan pstinya bersih.
Sebaiknya jika berkunjung kesini kamu memakai pakaina yang rapi dan tertutup serta berbicara yang sopan dan jangan berisik karena area ini merupakan tempat ibadah bagi umta Budha.


kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *