Upacara Adat Ngasa di Desa Gandoang, Masih Bertahan Hingga Kini

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Upacara adat Ngasa yang sampai saat ini masih eksis.
Masyarakat setempat menjaga tradisi warisan leluhur. Upacara Ngasa ini sebagai
warisan leluhur Desa Gandoang. Tentunya yang masih terus  bertahan hingga
saat ini.

Upacara Ngasa ini merupakan ritual dari masyarakat 
Desa Gandoang. Pelaksanaan upacara ini  satu tahun sekali, sejak ratusan
tahun yang lalu.

Pelaksanaan Upacara Adat Ngasa

Pertama kali diadakan upacara ini pada masa
pemerintahan Bupati Brebes ke-9. Raden Arya Candranegara (1880-1885) sejak saat
itu upacara Ngasa dilaksanakan secara turun temurun. Hal ini disampaikan oleh
Kepala Desa (Kades) Gandoang Warkono di ruang kerjanya.

Sedikitnya ada 450 warga membawa sejumlah makanannya
dan hasil panen. Dalam mengikuti tradisi adat Ngasa Desa Gandoang dilaksanakan
Selasa Kliwon (30/3/2021). Sejumlah paket makanan dan hasil panen akan dibawa
ke Gunung Sagara. Letak gunung tersebut yang ada di sebelah utara desa
tersebut.

Masyarakat sudah sejak pagi bersama-sama membawa
makanan tersebut, untuk upacara adat. Jarak yang ditempuh oleh masyarakat
setempat sekitar 2 kilometer. Sehingga akan membutuhkan waktu sekitar 1,5
hingga 2 jam untuk bisa sampai ke lokasinya.

Lokasi Gedong Jimat

Medan yang ditempuh yang cukup menanjak. Sehingga
masyarakat bisa berhenti di sebuah tempat yang bernama Gedong Jimat. Tempat
tersebut terdapat sebuah bangunan gubug. Bangunan yang dikelilingi oleh kawasan
hutannya yang khas dan juga bambu.

Rombongan akan pertama kali menuju Pancuran Lima.
Tentunya sebelum sampai ke Gedong Jimat. Oleh beberapa pemangku adat, lalu
ratusan orang tersebut wajib mensucikan dirinya. Dengan melakukan  wudhu
di tempat tersebut. Pemangku adat ada sekitar 12 orang, sebagai pemandu
rombongannya.

Letak Gedong Jimat tersebut di tengah gunung. Berada
di antara areanya dalam Hutan Alam Sekunder. Sebuah daerah lapang dan datarnya
yang setinggi 1200 meter di bawah permukaan laut (mdpl).

Momentum Tradisi Adat Ngasa

Adat Ngasa yang sudah menjadi tradisi atau adat turun
temurun Desa Gandoang. Peringatan Ngasa setiap Selasa bulan ketiga. Diperingati
setiap Selasa Kliwon bulan Maret dengan memiliki filosofinya. Tradisi dari
swadaya masyarakatnya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi tersebut
juga sebagai momen pertemuan. Sehingga bisa melakukan silaturahmi bagi
warganya. Setelah menyelesaikan prosesi upacara adatnya. Setiap rombongan akan
saling bercerita dan melakukan interaksi satu sama lainnya.

Sehingga manfaat Ngasa bisa menjadikan antar warga
lokal dengan luar bisa lebih akrab. Namun karena pelaksanaan Ngasa tahun ini
sedang pandemi. Pelaksanaan upacara akan  dibatasi dan tidak sebanyak pada
kegiatan tahun sebelumnya.

Hal itu agar menghindari penyebaran dan penularan
virus corona. Pada di masa pandemi ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Demi
keselamatan semuanya agar tetap terjaga.

Potensi Tradisi Ngasa Menjadikan Daya
Tarik Luar Daerah

Rombongan yang mengikuti prosesi upacara adat Ngasa
tidak hanya dari masyarakat setempat. Namun juga dari rombongan luar daerah.
Situs Gunung Sagara dikenal oleh orang luar daerah tidak hanya saat ini, namun
telah bertahun-tahun.

Untuk itu, adanya tradisi Ngasa memiliki daya tarik
wisata yang potensial. Hal itu karena tradisi ini dapat mengundang serta
mengumpulkan banyak orang. Selain itu juga akan membantu mempromosikan desanya
lebih luas lagi.

Pihak Pemerintah setempat saat ini sedang merencanakan
mengenai perbaikan segala fasilitas. Hal itu agar memudahkan menuju Gunung
Sagara. Mulai dari akses, hiburan, dan juga fasilitas pendukung yang lainnya.

Seperti halnya perbaikan pada gapura agar lebih bagus.
Kondisi jalanan yang diaspal seluruhnya. Bagian bawah gunung bisa ditambahkan
dengan tempat kuliner bagi pengunjungnya.

Upacara adat Ngasa sebagai
warisan leluhur yang turun temurun. Sehingga perlu untuk tetap mempertahankan
tradisi tersebut.(/bayraharjo)

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *