Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 5 (Menyusuri Keindahan Candi Borobudur)

banner 468x60

JOGJA – Aku sesekali membuat sebuah video untuk
menceritakan bahwasanya aku sedang berada di tempat tersebut. Selain sebagai
dokumentasi ini juga menjadi project pribadiku untuk nantinya dimasukan ke
youtube chanelku, Bumiayunews TV list kemana ajah ayo. Ya lumayalah lah sambil
menyelam minum air.

Kemegahan candi Borobudur selalu membuat aku
selalu mengagumi kehebatan orang-orang jaman dulu, yang dengan perkasa bisa
membangun sebuah candi yang begitu besar tanpa bantuan alat canggih seperti
sekarang ini. Tidak kebayang deh gimana orang-orang jaman dulu kuat-kuat banget
bisa memindahkan satu persatu batu dari satu tempat menjadi sebuah bangunan
yang begitu megah seperti itu.

Kameraku sesekali mencuri momen perjalanan di
Borobudur itu, baik dari jarak dekat maupun dari kejauhan. Aku sedikit bingung
karena vira masih tepat saja manyun tanpa memberikan ruang sedikitpun untuk aku
agar mendapatkan momen keceriaan dia seperti layaknya orang sedang berlibur
lainnya. Nampaknya dia masih ngambek karena keinginnya ke demata belum di
turuti.

Sebagai seorang tour guide aku hanya bisa
semaksimal mungkin untuk mengcounter segala keinginan client. Apa yang mereka
inginkan akan aku kasih sesuai dengan kemampuan. Namun apalah daya aku tidak
bisa memberikan apa yang dia mau seperti yang pesulap lakukan. Tiba-tiba sekali
waktu semuanya bisa di berikan begitu saja.

Aku melangkah satu demi satu anak tangga yang
berada di candi borobudur hingga menuju setupa terbesar yang berapa di bagian
paling atas. Padahal aku ingin sekali berkeliling satu demi satu tingkatan
tempat yang berada di candi tersebut. Karena kita kalau ingin tahu cerita yang
terkandung di dalam dinding candi, karena sebenarnya candi Borobudur sangat
banyak menceritakan sebuah kejadian-kejadian pada masa itu.

Ya walaupun kita tidak tahu secara persis,
setidaknya kita bisa meraba-raba apasih sebenarnya yang ada dalam cerita
tersebut. Karena jika kita ingin menikmati sebuah perjalanan seharusnya kita
mengetahui cerita apa yang terkandung didalamnya. Namun hal itu rupanya tidak
mungkin, karena mereka kesana hanya ingin berjalan-jalan saja. Intinya yang
penting pernah ke candi Borobudur.

Setelah sampai di tempat paling atas aku mulai
mengarahkan lagi kameraku, untuk mengambil gambar-gambar kebersamaan keluarga
ini. Namun sayang vira rupanya masih belum bisa di ajak berkompromi. Ya begitulah
anak remaja kalau lagi ngambek sangat khas. Tidak mau apa-apa. Pokoknya dia
hanya ingin seperti yang dia inginkan saja, tanpa memikirkan bahwasannya itu
adalah sebuah perjalanan bersama keluarga yang nggak mungkin kapan lagi dia
lakukan.

Aku mencoba mencari cara bagaimana agar aku
bisa mendapatkan gambar vira yang baik dan bagus namun sayang, saat itu aku
gagal. Akhirnya aku menyerah dan pasrah. Namun kebersamaan mba ikmah dan suami
menikmati liburan kali ini tidak ingin di sia-siakan olehku, aku menyuruhnya
untuk berpose berdua layaknya orang sedang berpacaran. Aku mengambil gambar dengan
background stupa besar dan membelakangi stupa sambil bergandengan tangan dengan
view pemandangan sekeliling candi Borobudur yang indah. Padahal aku ingin
mengarahkan lebih dari itu, agar terlihat lebih romantis. Tapi apalah daya
mereka ternyata tidak menangkap isyaratku.

Yaudah deh akhirnya kita turun dari candi dan
melajutkan perjalanan selanjutnya, mencari makanan khas jogja dan pergi ke
pasar bringharjo lagi. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *