Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 10 (Selesai)

banner 468x60

JOGJA – Makan malam di pantai depok kali itu ternyata
membuat semua puas. Seharian jalan-jalan ternyata membuat kita sangat lelah dan
lapar. Hidangan makan malam yang cukup menggoda akhirnya disantap dengan sangat
lahap. Sepertinya pada saat itu berat badanku dan kolesterolku sedikit naik.
Karena campuran makanan lezat dan makan yang lahap biasanya tidak bisa
mengontrol kondisi tersebut.

Pantai depok malam itu sudah gelap, luasnya
laut disana sudah tidak lagi terlihat. Perjalanan menuju jalan raya parangtritis
juga sedikit gelap. Tidak banyak lampu jalan disana. Andai saja di tempat ini
dikasih pencahayaan yang bagus semacam di Muara Baru Jakarta Utara sana, pasti
akan lebih banyak pengunjung di malam hari yang mampir kesana.

Rasa kantuk semakin mendera, mataku terasa
sedang di ganduli oleh setan tidur. Sesekali aku memejamkan mata dan
menggeleng-gelenkan kepalaku agar rasa kantuk itu hilang, tapi ternyata itu
tidak berpengaruh sama sekali. Mataku sepertinya sudah mulai lengket, pelupuk
mata atasnya sudah tidak bisa lagi ditahan untuk terpejam. Namun aku selalu
mencoba untuk membukanya kembali.

Padahal menyetir dengan kondisi seperti itu
sangatlah berbahaya dan sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Aku
mencoba untuk menghibur diri, agar rasa kantuk itu sedikit berkurang. Yang aku
kejar hanya jalan sampai lingkar jogja. Setelah itu gantian nyetir dengan suami
mba ikmah. Karena sebelumnya kita sudah janjian nanti kalau aku sudah merasa
ngantuk biar kita gantian nyetir mobil terlebih dahulu.

Setelah sampai jalan lingkar selatan Jogja
benar saja, aku langsung meminta untuk bertukar tempat kemudi. Aku rasanya
sudah tidak kuat lagi untuk menahan kantuk agar aku tidur sejenak. Karena
perjalanan dari Jogja ke Tegal pastinya tidak akan sebentar. Semalaman suntuk
ini aku harus melek sambil nyetir sendirian, saat yang lain sedang tertidur
lelap.

Aku memejamkan mataku setelah beberapa menit
pindah dari posisi kemudi, aku menyempatkan memberi arahan sedikit ke suami mba
ikmah tentang rute yang akan kita lalui. Sepanjang jalan rupanya tidak ada kendala.
Mba ikmah menemani suami ngobrol biar tidak ngantuk dan mengamati jalan katanya
agar tidak nyasar.

Pada saat sampai di Purworejo aku masih
sedikit ngantuk mba ikmah nanya apakah jalannya lurus atau belok, setengah
sadar aku menjawab lurus. Namun ternyata jawaban itu salah. Kita malah ke arah
Magelang lagi.

Tidur sekitar dua jam itu sudah cukup untuk
aku bisa melek semalaman nanti, apalagi di tambah kaget karena salah jalur.
Akhirnya aku mengambil alih lagi kemudi, berputar arah dan melanjutkan
perjalanan pulang, dengan rute yang benar.

Setiap melakukan perjalan selalu ada hal-hal
menarik yang bisa kita ceritakan kesemua orang, ada senang, sedih, bahagia, dan
tawa semua campur menjadi satu. Satu yang menjadi catatanku dalam perjalanan
kali ini adalah, nikmatilah hidup ini dengan mengunjungi banyak tempat bersama
keluarga, karena disitulah kita akan mengenal lebih dekat lagi satu sama yang
lainnya. Dari sebuah perjalanan kita bisa mengetahui siapa dan apa yang sebenarnya
keluarga kita inginkan. Jangan pikirkan ego masing-masing tapi kita harus
saling menikmati, agar liburan bersama lebih menyenangkan.

Terima kasih sudah mengajak aku untuk bisa
menemani keluarga kalian, sampai jumpa lagi dilain kesempatan, semoga
liburannya menyenangkan. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *