Sepenggal Cerita Yang Mengesankan Dari Tana Samawa, Anda Tidak Akan Percaya Tiba-tiba!

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Mari bercerita tentang suatu hari Minggu yang istimewa, tepatnya 6 Agustus 2023. Hari itu menandai saat pertama kali kaki ini menginjakkan diri di Tana Samawa, sebuah tempat yang sudah lama aku jelajahi melalui Google Maps. 

Setelah satu tahun memandangnya dari layar, akhirnya aku bisa menikmati udara dan keindahan Pulau Sumbawa secara langsung.
Pemandangan memukau sudah terhampar begitu mataku terpejamkan di kapal Ferry. Lihat saja Pulau-pulau kecil yang mengapung bak permadani etnik di antara lautan biru. Bukit dan pegunungan yang gagah, membingkai seperti lukisan. Simbol kekuatan alam yang begitu menyejukkan hati, walaupun kemarau datang merayu.
Begitu sampai, aku disambut keramahan rumah-rumah nelayan yang berwarna-warni nan indah, sebuah deretan warung bambu yang ada di sepanjang pangkalan feri. Suasana begitu tenang, seolah kita diajak kembali ke masa lalu.
Dalam perjalanan menjelajah pulau ini, aku tertegun melihat hutan bakau, perkampungan yang ramai, dan tentunya pantai-pantainya yang cantik. Tiga jam berjalan tak terasa, lapar datang menebar senyum, memaksa aku mampir ke warung sederhana.
Gadis cantik keturunan Suku Bajo yang menjaga warung ini menyuguhkan senyumannya yang tulus dan ceritanya tentang keluarganya. Ah, bagai nonton film Pirate of the Caribbean versi Kampung kita ini deh! Cerita, bahasa dan budaya mereka memang kaya.
Senja tiba, menghias langit dengan jubah kuning keemasan. Perahu-perahu nelayan tampak menari-nari, bermain dengan bayangan cahaya matahari. Kebut-kebutan kabut dengan matahari menuju ufuk barat, oh apa bisa ada pemandangan lebih mempesona?
Malam mulai merayap masuk dan suara adzan pun berkumandang. Aku dan pengunjung warung lain memandang langit, meresapi nada-nada indahnya. 
Segerombolan anak muda tiba di warung, menegur dengan ramah. Ternyata, mereka adalah adik-adik mahasiswa yang sedang pulang kampung.
Malam semakin hangat dengan kehadiran mereka. Bayangkanlah kita sambil bernyanyi karaoke dangdut (ups, jangan bayangkan suara falsetto ku ya!), hingga mereka tak bisa menahan tawa.
Jam sudah menunjuk pukul 12, namun penginapan yang dicari tak juga kunjung ada. Meski tawaran tumpangan dari penghuni warung ada, tapi ku memilih untuk pulang ke Lombok dengan kapal Ferry.
Terima kasih, Imul dan Pak Daeng atas teman dan ceritanya. Adik-adik Mahasiswa dan penjaga warung dengan senyum manisnya, kalian membuatku rindu dan ingin mengetahui lebih dalam tentang pulau Sumbawa. Nah, saya pasti akan kembali! Dan kalian, sudah siap untuk petualangan berikutnya? Let’s go!  (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *