Sejarah Ondel-ondel: Dari Sakral hingga Dipake Mengamen di Jalanan

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Ondel-ondel merupakan simbol kebudayaan Betawi yang dahulu dianggap sebagai benda sakral, namun kini lebih banyak digunakan untuk pertunjukan dan mengamen di jalanan. 

Dulu, Ondel-ondel digunakan dalam ritual adat untuk menolak bala dan mengusir energi negatif. Namun, seiring waktu, kepercayaan dan cara penggunaan Ondel-ondel mengalami perubahan.
Di Kampung Ondel-ondel, Jakarta Pusat, para pengrajin dengan terampil menganyam bilah-bilah bambu untuk membuat boneka-boneka raksasa ini. Boneka Ondel-ondel yang dibuat oleh pengrajin seperti Abdul Halif di Studio Betawi Mamit CS memiliki waktu pengerjaan sekitar 12 hari untuk sepasang Ondel-ondel. Boneka tersebut dibuat dengan menggunakan bahan seperti kawat, tali rafia, bambu, fiberglass, dan kain.
Seiring perubahan zaman, Ondel-ondel kini kerap digunakan dalam pertunjukan, serta identik dengan pawai peringatan ulang tahun Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni. Di masa lalu, jika ada yang sakit, tetua desa akan memanggil grup Ondel-ondel untuk melakukan ritual ‘ngukup’ dengan membaca doa dan membakar kemenyan. 
Namun, kini beberapa studio hanya menampilkan Ondel-ondel sebagai seni pertunjukan dan bahkan beberapa penampil menggunakan Ondel-ondel untuk mengamen demi mendapat uang tambahan.
Menurut Yahya Andi Saputra, seorang tokoh adat Betawi, perubahan cara penggunaan Ondel-ondel mengindikasikan bahwa masyarakat saat ini tidak lagi percaya hal-hal yang dianggap tidak ilmiah. Meskipun penggunaannya berubah, Ondel-ondel tetap memiliki peran penting dalam tradisi budaya dan sejarah Betawi.
Dalam konteks ekonomi, para penampil Ondel-ondel terpaksa mengamen di jalanan demi memenuhi kebutuhan ekonomi dalam situasi saat ini. Meski panggilan tampil sudah sangat jarang selain pada momen tahun baru dan ulang tahun Jakarta, Abdul yakin permintaan untuk Ondel-ondel tidak akan berkurang dan malah akan terus ramai.
Sebagai bagian dari kebudayaan Betawi, Ondel-ondel memiliki peran penting dalam melestarikan tradisi dan sejarah. Walau cara penggunaannya mengalami perubahan, nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya tetap harus dijaga dan dilestarikan. (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *