Sejarah Jembatan Kutai Kartanegara: Eloknya Keindahan di Atas Sungai Mahakam

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Jembatan Kutai Kartanegara menjadi sebuah kebanggaan bagi Kalimantan Timur, untuk menjembatani hubungan antara kota Tenggarong dan kecamatan Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota Samarinda. Namun tahukah kamu betapa panjang dan penuh perjuangan dibalik sejarah jembatan ini?

Sebelum kita membahas sejarah jembatan ini, mari kita kenali terlebih dahulu. Jembatan Kutai Kartanegara merupakan jembatan pelengkung baja yang memiliki panjang total 710 meter dan berdiri di atas Sungai Mahakam, sungai terbesar di Kalimantan Timur.
Dimulai pada tahun 1995, pembangunan jembatan ini sempat tertunda hingga tahun 2001. Pada awalnya, jembatan ini diberi nama Jembatan Gerbang Dayaku. Namanya kemudian berubah menjadi Jembatan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau Jembatan Kartanegara, setelah bupati Kutai Kartanegara saat itu, Syaukani Hasan Rais, selesai masa jabatannya. Selama proses pembangunan, konsep desain jembatan ini sempat beberapa kali mengalami perubahan, dari yang awalnya mengusung konsep golden gate, hingga akhirnya menjelma menjadi jembatan lengkung yang kini kita kenal.
Sayangnya, tragedi pun pernah menimpa jembatan ini. Pada tanggal 26 November 2011, Jembatan Kutai Kartanegara ambruk, menyebabkan puluhan kendaraan yang sedang melintas terjun ke sungai Mahakam. Kejadian ini menelan korban jiwa sebanyak 24 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Meski terjadi sebuah tragedi, semangat untuk membangun jembatan ini tidak pudar. Pada tahun 2013, rencana pemulihan dimulai, dan pada tahun 2015, jembatan ini berhasil beroperasi kembali sebagai penghubung dua kota.
Jembatan Kutai Kartanegara yang telah diperbaiki ini tetap memanjakan mata, menjadi salah satu pemandangan indah di Kalimantan Timur. Pada malam hari, lampu warna-warni menghiasi pemandangan di atas sungai Mahakam.
Selain dari sisi keindahan, Jembatan Kutai Kartanegara juga memiliki nilai penting dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat sekitar. Ini menjadi penghubung yang cepat antara Tenggarong dan Samarinda, dengan waktu tempuh hanya 30 menit berkat adanya jembatan ini.
Dalam perjalanan melintasi Jembatan Kutai Kartanegara, kita akan disuguhi pemandangan Sungai Mahakam yang luas dan indah, dengan perahu-perahu yang melintas, dan Pulau Kumala sebagai salah satu destinasi wisata di daerah tersebut. Pulau Kumala merupakan sebuah pulau kecil yang telah diubah menjadi tempat rekreasi bagi wisatawan lokal dan luar daerah.
Di kawasan jembatan ini, terdapat pula taman dengan tugu Jam Bentong. Dibangun pula sarana panjat dinding yang sering ramai pengunjung, sebagai media untuk menikmati spot cantik pemandangan Jembatan Kutai Kartanegara dari dekat.
Dari uraian di atas, tidaklah menyala kini kita tahu mengapa Jembatan Kutai Kartanegara patut menjadi salah satu ikon Kalimantan Timur. Sebuah simbol perjuangan dan kebangkitan setelah tragedi, menjadi saksi sejarah yang tidak hanya cantik secara fisik, namun penuh makna dalam kehidupan masyarakat sekitarnya. (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *