Sejarah Istana Pagaruyung, Raja, dan Arsitektur

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Istana Pagaruyung merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon pariwisata di Sumatera Barat. Terletak di Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Tj. Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, istana ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk diketahui. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah Istana Pagaruyung, raja-raja yang pernah memerintah, serta arsitektur yang unik dan menawan dari bangunan ini.

Sejarah Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung, atau yang juga dikenal sebagai Istana Basa Pagaruyung, merupakan pusat kerajaan Minangkabau pada masa lalu.
Sejarah istana ini bisa ditelusuri sejak abad ke-14, ketika Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh Raja Adityawarman. Sejak saat itu, istana ini menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal para raja Minangkabau.
Namun, sejarah Istana Pagaruyung tidak selalu mulus. Bangunan ini pernah mengalami kebakaran beberapa kali, yang terakhir terjadi pada tahun 2007.
Setelah kebakaran tersebut, pemerintah setempat membangun kembali istana ini dengan mengikuti arsitektur aslinya. Istana Basa Pagaruyung yang ada saat ini memiliki tiga lantai, yang terdiri dari 72 tonggak dan 11 gonjong atap.
Raja-raja Pagaruyung
Kerajaan Pagaruyung memiliki sejarah yang panjang dan melahirkan beberapa raja yang terkenal. Salah satu raja yang paling terkenal adalah Raja Adityawarman, yang merupakan pendiri kerajaan ini.
Selain Adityawarman, ada beberapa raja lain yang juga pernah memerintah di Pagaruyung, seperti Raja Sutan Alam Bagagarsyah dan Raja Sutan Maharajo Alam.
Para raja Pagaruyung dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan memiliki kebijakan yang adil. Mereka juga dikenal sebagai pelindung budaya Minangkabau dan pelestari adat istiadat setempat.
Arsitektur Istana Pagaruyung
Istana Pagaruyung memiliki arsitektur yang unik dan menarik. Bangunan ini dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti kayu dan bambu.
Selain itu, istana ini juga mengikuti prinsip adat Minangkabau, yang dikenal sebagai “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah).
Arsitektur Istana Pagaruyung sangat khas dengan bentuk atap yang melengkung, yang disebut gonjong. Gonjong ini melambangkan tanduk kerbau, yang merupakan simbol kekuatan dan kebesaran Kerajaan Pagaruyung.
Selain itu, istana ini juga memiliki banyak ukiran dan ornamen yang indah, yang mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau.
Tips Berkunjung ke Istana Pagaruyung
Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi Istana Pagaruyung, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
1.  Datanglah pada saat cuaca cerah, agar Anda bisa menikmati keindahan istana ini dengan maksimal.
2.  Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup, karena Istana Pagaruyung merupakan tempat yang sakral dan bersejarah.
3.  Jangan lupa untuk membawa kamera, karena Anda pasti ingin mengabadikan momen indah Anda di istana ini.
4.  Pelajari sejarah dan budaya Minangkabau sebelum berkunjung, agar Anda bisa lebih menghargai keunikan dan kekayaan Istana Pagaruyung.
Dengan mengetahui sejarah, raja-raja, dan arsitektur Istana Pagaruyung, kita bisa lebih menghargai kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang salah satu bangunan bersejarah yang ada di negeri ini.
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *