Sejarah Candi Cangkuang: Menelusuri Monumen Hindu Tertua di Jawa Barat

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Candi Cangkuang, sebuah peninggalan sejarah abad VIII yang masih eksis di Garut, termasuk dalam kategori situs Hindu yang masih utuh di Jawa Barat. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut.

Berjarak sekitar 19 kilometer atau sekitar 45 menit perjalanan dari pusat Kota Garut, situs ini pertama kali ditemukan oleh ahli purbakala bernama Drs. Uka Tjandra Sasmita pada tahun 1966.
Penelitian dan penggalian pun dilakukan oleh tim peneliti dari empat wilayah, yakni Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Lampung. Proses penelitian ini berlangsung dari tahun 1967 hingga 1968.
Kompleks Candi Cangkuang menyebar di atas lahan seluas 125 hektare, termasuk danau yang terdapat di sekitar candi.
Masyarakat umum diketahui harus menaiki rakit untuk tiba di lokasi candi dan menikmati pemandangan danau sampai pegunungan di sekitarnya. Dalam perjalanan menyeberangi danau, tampak panoramik Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi, dan Gunung Guntur.
Rincian arsitektur candi ini mencirikan bujur sangkar dengan ukuran 4,5 x 4,5 meter dan ketinggian mencapai 8,5 meter. Hanya ada satu arca Dewa Siwa di bagian dalam candi dan makam kuno milik penyebar Islam di wilayah tersebut, Arif Muhammad, di bagian selatan candi.
Setelah serangan terhadap tentara VOC di Batavia pada abad XVII gagal, Arif Muhammad kemudian singgah di Cangkuang dan menyebarkan agama Islam di daerah ini. Pada waktu itu, masyarakat setempat mayoritas memeluk agama Hindu. Oleh sebab itu, candi ini memiliki nuansa yang menggambarkan harmonisasi dan interaksi antara tradisi Hindu dan Islam.
Situs ini juga dilengkapi museum yang berisi penjelasan terkait alasan pembuatan candi dan makam berdampingan, serta koleksi berbagai kitab Islam.
Kisah Candi Cangkuang memberikan gambaran tentang perjalanan dan perkembangan agama di Indonesia, terutama interaksi antara Hindu dan Islam. Situs ini bukan hanya monumen, tetapi juga saksi bisu dari sejarah bangsa kita.
Candi Cangkuang: Harta Karun Penyaksi Sejarah di Garut
Jika anda mendengar kata “candi”, pikiran Anda mungkin akan langsung merujuk ke Jawa Tengah. Namun, taukah Anda bahwa Jawa Barat juga memiliki candi? Ya, itu adalah Candi Cangkuang yang terletak di Kampung Pulo, Garut. Candi ini adalah sebuah candi Hindu yang asal-usulnya masih mengundang banyak pertanyaan.
Candi Cangkuang pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Uka Tjandrasasmita. Mereka melakukan penelitian berdasarkan buku sejarah yang menyebutkan adanya arca Siwa dan makam Muslim di bukit Kampung Pulo.
Sejarah Candu Cangkuang:
Pada abad ke 17 Masehi, sebuah pasukan dari kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Arif Muhammad berhasil meloloskan diri hingga tiba di Kampung Cangkuang. Pada saat itu, penduduk Cangkuang masih sebatas memahami dan menganut kepercayaan Animisme, Dinamisme, dan agama Hindu. Namun, Arif Muhammad dan para sahabatnya kemudian mulai menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cangkuang.
Arif Muhammad berhasil meninggalkan beragam jejak di Cangkuang. Salah satunya adalah membuat sebuah masjid sederhana yang masih berdiri hingga sekarang. Arif Muhammad juga membendung parit yang airnya berasal dari Sungai Cicapar dan akhirnya terbentuklah sebuah danau. Ia dan sahabatnya tinggal ditengah danau yang kemudian dikenal dengan nama Kampung Pulo.
Candi Cangkuang:
Candi Cangkuang diyakini didirikan pada abad 8 Masehi. Candi ini juga diyakini dibangun pada zaman kerajaan Pajajaran, meskipun tidak sedikit yang menyatakan bahwa candi ini dibangun pada zaman Kerajaan Sunda.
Kisah Candi Cangkuang dan Arif Muhammad menunjukkan bahwa sikap ramah, keluesan dalam bergaul, dan menghargai adat atau kebiasaan setempat dapat menjadi sebab diterimanya seseorang dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Kisah ini juga mengingatkan kita untuk selalu menghargai dan melestarikan situs-situs bersejarah seperti Candi Cangkuang. (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *