Rumah Adat Prai Ijing Sumba: Sebuah Wisata Kultural dan Edukasi

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Saat ini banyak wisatawan yang mencari tempat liburan yang menawarkan edukasi budaya dan sejarah, selain keindahan alam. Salah satu destinasi wisata menarik yang menawarkan nilai budaya lokal dan edukasi adalah Rumah Adat Prai Ijing Sumba. Terletak di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, rumah adat ini merupakan salah satu pelestarian warisan budaya yang patut dikunjungi.

Daya Tarik Rumah Adat Prai Ijing Sumba
Rumah Adat Prai Ijing Sumba menawarkan dua tema besar yang disajikan kepada pengunjung, yaitu wisata edukasi dan wisata alam.
Wisata Edukasi
Saat pengunjung datang, mereka akan disambut dengan tarian khas Sumba, seperti Tari Woleka, Tari Pajura, dan Tari Kataga. Selama berada di kawasan itu, pengunjung akan merasakan keramahtamahan dari masyarakat setempat yang sangat menjunjung tinggi nilai persatuan dan kerukunan antar marga.
Rumah adat ini dihuni oleh tujuh kabisu atau marga orang Sumba, yakni Wola Bawa, Wola Deta, Katoda Doungu, We’e Yewa, Tanabi, We’e Lewa, dan Wola. Pemimpin atau tetua adat di kampung ini disebut Katoda Watu.
Wisata Alam
Dari kawasan ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan masih asri. Rumah Adat Prai Ijing Sumba berada di Bukit Praijing, yang akan memanjakan mata dengan pemandangan Kota Sumba Barat dan lanskap sawah yang menghijau.
Filosofi Rumah Adat Prai Ijing Sumba
Setiap elemen dalam Rumah Adat Prai Ijing Sumba memiliki filosofi tersendiri, yang diwariskan oleh para leluhur dan dirawat dari generasi ke generasi. Secara garis besar, bentuk Rumah Adat Prai Ijing Sumba terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Uma Daluku: Bagian yang paling atas, berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan alat-alat pusaka.
  2. Rongu Uma: Bagian tengah yang berfungsi sebagai tempat tinggal, didominasi oleh bahan bangunan kayu dan rumbai.
  3. Lei Bangun: Bagian bawah atau kolong yang berfungsi sebagai tempat hewan ternak.
Di kawasan inipun terdapat tengkorak kepala kerbau yang memiliki nilai filosofis sebagai media pengingat akan kematian yang pasti akan datang kepada siapapun.
Informasi Penting
Lokasi: Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
Rute menuju lokasi: Jarak Rumah Adat Prai Ijing Sumba dari ibu kota Sumba Barat, Waikabubak, sekitar 2,6 km dan 43 km dari Bandara Udara Tambolaka.
**Jam Buka:** Direkomendasikan berkunjung di pagi atau sore hari saat masyarakat mulai beraktivitas[^1^].
**Tiket**: Pengelolaan telah terorganisir dengan baik, retribusi sebesar Rp 10.000[^1^].
**Fasilitas:** Parkir, toilet, dan penjual makanan maupun cenderamata[^1^].
Jadi, jika Anda ingin menikmati wisata yang berbalut edukasi budaya, Rumah Adat Prai Ijing Sumba bisa menjadi pilihan yang menarik untuk mengenal lebih dekat kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Sumba. (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *