Pesantren Suryalaya Sebagai Tempat Penyembuhan Para Pecandu Narkoba

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Suryalaya adalah sebuah nama pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pesantren ini terkenal dengan “Inabah” sebuah program yang dikhususkan untuk mengobati para pecandu narkoba dengan metode dzikir.

Pondok Pesantren Suryalaya dirintis oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad atau yang dikenal dengan panggilan Abah Sepuh. 
Pada tanggal 7 Rajab 1323 H atau 5 September 1905, dengan modal awal sebuah masjid yang terletak di kampung Godebag, Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Pagerageung dengan nama Pesantren Suryalaya.
Nama itu sendiri diambil dari istilah Sunda, yaitu Surya yang berarti ‘matahari’ dan Laya yang berarti tempat ‘terbi’t. Jadi, Suryalaya secara harfiah mengandung arti tempat ‘matahari terbit’.
Abah Sepuh berpulang ke Rahmattullah pada tahun 1956 di usia 120 tahun. Kepemimpinan dan kemursyidannya dilimpahkan kepada putranya yang kelima, yaitu K.H. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang akbrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom.
Dikutip dari sebuah Jurnal Universitas Negeri Yogyakarta dengan Judul “Metode Terapi dan Rehabilitasi Korban Napza di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya”
Penelitian tersebut bertujuan untuk  mengetahui secara mendalam metode pembinaan dan penyadaran korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotoprika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dan penyadaran korban penyalahgunaan NAPZA melalui metode Zikrullah. 
Zikrullah dimaksudkan sebagai alat penenang hati, penyembuhan segala penyakit hati, pembersih hati, dan sebagai alat peningkatan iman kepada Allah. Adapun materi rehabilitasi meliputi mandi malam atau mandi taubat, shalat-shalat wajib dan sunah, zikir, membaca Alqur’an, riyadlah, pengajian rutun mingguan dan bulanan, do’a-do’a, dan pembelajaran tentang keilmuan seperti Fiqh, Tauhid, Akhlak, dan Tashawuf.
Selain menyembuhkan para pecandu narkoba pada masa lalu Abah Anom banyak membantu pemerintah untuk menyadarkan kembali eks anggota PKI, untuk kembali kembali ke jalan yang benar menurut agama Islam dan negara.
Pondok Pesantren Suryalaya sudah dikenal ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan sampai ke Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, dan Thailand, menyusul Australia, negara-negara di Eropa dan Amerika. Dengan demikian, ajaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah pun semakin luas perkembangannya.
Abah Anom berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, pertanian, kesehatan, lingkungan hidup, dan kenegaraan.
Pada 1950-1960-an, ketika kondisi perekonomian rakyat amat mengkhawatirkan, Abah Anom turun sebagai pelopor pemberdayaan ekonomi umat. Ia aktif membangun irigasi untuk mengatur pertanian, juga pembangunan kincir angin untuk pembangkit tenaga listrik.
Ia juga membuat semacam program swasembada beras di kalangan masyarakat Jawa Barat untuk mengantisipasi krisis pangan.
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *