Perjalanan Menuju Ritual Adat Upacara Ngasa di Gandoang

banner 468x60
KANGENTRAVELING.COMProsesi ritual adat upacara Ngasa dilakukan masyarakat desa Gandoang di gunung Sagara. Letaknya di selatan timur Salem, terletak di perbukitan desa Gandoang Kecamatan Salem. Tentunya banyak makna yang dapat diambil.
Perjalanan menuju gunung Sagara jarak tempuhnya yang cukup jauh. Sehingga akan memerlukan waktu yang lumayan lama.  Penduduk yang keseharianya beraktivitas. Dengan berjalan naik untuk keluar dan masuk hutan.
Ritual Adat Upacara Ngasa Menuju Gunung Sagara
Pada pendakian gunung Sagara yang melalui jalan setapak yang cukup licin. Hal itu akibat hujan yang mengguyur tempat tersebut. Jalan yang menanjak dan cukup licin, tentu akan menguras tenaga. Untuk masyarakat yang telah terbiasa mengikuti ritual adat Ngasa di Gunung Sagara. Tentunya telah terbiasa dengan jalanan tersebut.
Setelah melewati 500 meter, akan menemukan satu perkampungan dengan nama kampung Surian desa Gandoang. Kampung tersebut termasuk terakhir yang bisa ditemui saat masuk daerah Gunung Sagara. Memang tidak begitu banyak rumah penduduk dalam kampung Surian tersebut.
Masyarakatnya mayoritas sebagai petani dan membuat kerajinan rumah. Pengrajin alat rumah tangga yang terbuat dari bamboo. Seperti boboko, dingkul, tampir, nyiru, dan lain sebagainya.
Pancuran Lima sebagai Tempat Beristirahat
Setelah menempuh perjalanan cukup lama sampai di suatu tempat pelaksanaan ritual adat upacara Ngasa. Upacara Ngasa atau sedekah hutan Gunung Sagara dilaksanakan pada tempat yang dinamakan Pagedongan. Ritual adat upacara yang biasa dilaksanakan siang, menunggu Ki Kuncen yang menuju puncak. 
Sebelum sampai menuju puncak Sagara, bisa istirahat sejenak di Pancuran Lima. Letaknya yang berada di dekat area masuk Pagedongan. Air pancuran tersebut jernih dan alami.  Sehingga memberikan rasa segar, setelah menempuh perjalanan kaki yang cukup lama. 
Perjalanan kali ini cukup menantang dan berbeda dengan sebelumnya. Dengan jarak yang sama dari kampung ke Pagedongan, lalu ke puncak Sagara.
Namun jalan yang menanjak dan sempit diantara pepohonan. Pohon sejenis bambu seperti rotan yang banyak ditemui di kanan kiri setapak. Perjalanan diantara akar-akar pohon tua dan lumut yang licin. Tentunya yang memerlukan konsentrasi, karena jika lengah sedikit akan terpeleset dan fatal akibatnya.
Satu jam perjalanan menuju ritual adat upacara Ngasa, dari Gedong ke puncak Sagaranya, melelahkan juga menguras tenaga. Namun sesampainya di puncak, akan terlihat sekeliling pemandangan daerah perkampungan penduduk. Ada tiga kecamatan seperti Salem, Banjarharjo, dan Ketanggungan yang terlihat dari puncak Gunung Sagara.
Ki Kuncen yang berada di puncak menunggu para peziarah untuk memanjatkan doa. Untuk kepentingan para peziarah yang mengantri di belakang sang juru kunci.
Tempat Pelaksanaan Upacara Adat Ngasa
Setelah berpindah ke Pagedongan, sudah banyak orang menunggu untuk melaksanakan ritual adat upacara Ngasa. Masyarakat yang mengikuti upacara ritual adat tidak hanya masyarakat sekitar. Namun juga banyak dari luar kecamatan Salem.
Setelah berkumpul, juru kunci akan memberi sambutan dan doa. Intinya dengan tidak merusak pusaka, yaitu hutan ini. 
Melindungi dan juga melestarikan hutan, tugas semua masyarakat. Selain itu juga para penegak hukum atau instansi terkait.
Para polisi hutan dari Perhutani juga hadir pada perayaan upacara Ngasa tersebut. 
Sambutan dan doa disampaikan, selanjutnya acara makan bersama. Dengan semuanya yang sudah disiapkan oleh masyarakat setempat dan dibantu yang lainya.
Menu yang dihadirkan serba jagung dan nasi ketan. Semua peziarah yang hadir menyantap nasi jagung dengan lauk sayurnya, yakni bambu muda. Setelah itu turun hujan yang membasahi tanah Sagara. 
Menurut kepercayaan masyarakat setempat. Dengan turunnya hujan, maka apa yang doa yang dipanjatkan para peziarah akan terkabul.
Sebelum mengikuti ritual adat upacara Ngasa melalui perjalanan yang cukup jauh, warga memasuki  kawasan hutan dengan jalanan yang menanjak dan juga sempit. Upacara adat Ngasa sebagai warisan tradisi yang perlu dilestarikan.
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *