Pasar Terapung di Kalimantan Selatan: Tradisi Unik yang Tersaji di Atas Sungai

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Kalimantan Selatan memiliki sungai-sungai elok yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Sungai-sungai ini mempengaruhi aktivitas penduduk setempat, salah satunya adalah munculnya pasar tradisional di atas sungai yang dikenal dengan nama pasar terapung.

Di Kalimantan Selatan, masih terdapat dua pasar terapung yang sudah berlangsung ratusan tahun, yakni Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Martapura.
Kedua pasar terapung ini menjadi salah satu objek wisata yang menarik banyak orang. Pengunjung dapat melihat aktivitas jual-beli di atas sungai menggunakan jukung, perahu unik dan khas.
Keberadaan Pasar Terapung Muara Kuin berkaitan erat dengan berdirinya Kerajaan Banjar, bahkan bisa jadi sudah ada jauh sebelumnya. Pada pertengahan abad ke-16, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang menjadi cikal-bakal Kota Banjarmasin.
Menurut J.J. Rizal dkk dalam Menguak Pasar Tradisional Indonesia, kehidupan ekonomi politik Kerajaan Banjar turut berperan dalam perkembangan pasar terapung. Aktivitas perdagangan pun kian meluas dan melibatkan pedagang-pedagang dari Jawa, Gujarat, dan Tiongkok.
Ketika ibukota Kerajaan Banjar pindah ke Martapura, aktivitas perdagangan masyarakat pun berkembang pesat di Sungai Martapura. Karena lokasinya, Pasar Terapung Lok Baintan lebih dikenal dengan sebutan Pasar Terapung Lok Baintan.
Aktivitas perdagangan di pasar terapung Muara Kuin maupun Lok Baintan ramai sejak pagi buta dan mencapai puncaknya pada pukul 6-7 pagi.
Jenis dagangan yang diperjualbelikan umumnya hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat. Jika musim panen tiba, pedagang di pasar terapung akan melebihi jumlah hari-hari biasanya.
Selain buah-buahan dan sayur-sayuran, kue khas daerah setempat kerap diperjualbelikan para pedagang.
Setelah bertahan ratusan tahun, Pasar Terapung Muara Kuin sempat “tenggelam” dan pada awal tahun 2020 dihidupkan kembali.
Lokasinya pun berubah menjadi lebih mudah dijangkau, yakni di siring depan Makam Sultan Suriansyah. Pasar Terapung Kuin Alalak dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pagi.
Berbeda dari Muara Kuin, aktivitas di Pasar Terapung Lok Baintan masih ramai. Setiap harinya ratusan jukung berkumpul di Lok Baintan untuk menjajakan aneka kebutuhan sehari-hari.
Selain dari Lok Baintan, para pedagang datang dari beberapa kampung yang tersebar tidak jauh dari anak Sungai Martapura.. Wisatawan lokal maupun mancanegara pun mendatangi Lok Baintan.
Bagi pengunjung yang ingin melihat aktivitas perdagangan atau berbelanja secara langsung dari dekat, bisa menyewa jukung atau klotok (perahu motor) di sekitar Sungai Martapura.
Ini akan menjadi pengalaman seru yang tak terlupakan, karena Anda akan menyusuri sungai sambil berbelanja di pasar terapung. (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *