Papais Jagung dan Nasi Ketan Olahan Khusus untuk Upacara Ngasa

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Papais jagung
dan
nasi
ketan
merupakan makanan yang disuguhkan dalam suatu acara penting. Lebih tepatnya
pada acara Upacara Ngasa. Bahkan kehadiran dua jenis makanan ini
,
hukumnya adalah wajib. Tidak boleh hanya satu orang saja yang membuatnya
, melainkan
semua masyarakat.

Pada akhirnya,
semua makanan tersebut akan dibagi-bagikan kepada semua orang yang mengikuti
upacara
adat
tersebut. Pembuatan makanan ini juga sebagai pengejawatan. Selain itu
,
juga termasuk dalam salah satu olah makanan yang terbuat dari bahan
jagung.

Hidangan Makanan
Papais Jagung dan Nasi Ketan dalam Upacara Ngasa

Perlu anda ketahui bahwa dalam
penyelenggaraan Upacara Ngasa ini, para penduduk tidak boleh mengolah makanan
yang menggunakan bahan tepung beras.
Makanya adanya papais
jagung
serta nasi ketan
ini, menjadi bukti nyata.

Adanya peristiwa tersebut juga menjadi
lokomotif dalam gerbang. Rasa olah dari Desa Gandong mengenai
papais
jagung
serta nasi ketan
sangatlah khas. Papa
is memiliki arti yakni disuguhkan
setiap ada
tamu
kampung.
Hal tersebut berasal dari bentuk yang jamak.

Bagaimana Cara
untuk Membuatnya?

Tentunya anda masih bisa menikmati olahan
dari bahan
jagung
dan
ketan
tersebut, meskipun tanpa adanya Upacara Ngasa. Tentunya hal yang harus anda
lakukan sebelum membuat
paesan jagung
adalah
tepung
jagung
plus
tepung
beras.

Pastinya anda juga bingung bagaimana
masyarakat Desa Gandong membuat makanan ini. Dalam pembuatannya
,
ternyata
jagung
harus digiling supaya menjadi tepung dulu. Setelah itu
,
campurkan dengan
gula
merah
hingga merata dan
pandan
wangi.

Selain itu,
anda juga bisa menambahkan bahan kepala dengan irisan tipis-tipisnya pada
papais
jagung
dan
nasi
ketan
ini.
Selanjutnya,
aduk sampai semua benar-benar tercampur, lalu bungkus dengan menggunakan
daun
pisang,
sama halnya dengan si
nagasari.

Setelah selesai dalam membungkus, cara
yang selanjutnya adalah mengukus adonan tersebut sampai matang. Perlu anda
ketahui apabila
papais
jagung
serta nasi ketan
ini, anda kukus dengan matang. Maka ketahan
an dari
suguhan dalam Upacara Ngasa ini
bisa sampai dua hari.


Apa Itu Upacara
Ngasa

Mungkin bagi beberapa adat budaya milik
Brebes ini sangatlah masih aneh. Perlu anda ketahui bahwa Upacara Adat Ngasa
merupakan sebuah
ritual yang di dalamnya terdapat
makna dari sebuah nilai budaya dan filosofi.

Acara yang menghadirkan olahan khas papais
jagung
dan
nasi
ketan
ini sudah menjadi kebiasaan yang keberadaa
nnya
sudah lama. Mengenai hal ini juga menjadi kebudayaan warga masyarakat yang
berada pada
Desa
Kumbang dan kaki Gunung S
agara.

Warkono selaku Kepala Desa Gandoang menyatakan,
bahwa saat pelaksanaan
upacara
tersebut, semua masyarakat hanya boleh makan makanan yang bahannya beras. Akan
tetapi
,
juga hanya diperbolehkan untuk makan
papais jagung
serta nasi ketan.

Kapan Perayaan
Upacara Adat

Tentunya setiap hari masyarakat Gondongan
tidak melaksanakan sebuah adat yang mana menjadikan
papais
jagung
serta nasi ketan
sebagai makanan keseharian. Perlu untuk anda catat bahwa pergelaran
upacara
adat
ini setiap satu tahun sekali.

Lebih tepatnya adalah pada “mangsa ke
sanga”. Biasanya perayaan ini terjadi pada hari Jumat Kliwon ataupun
Selasa Kliwon.
Untuk
perayaan pertama kalinya, Ngasa ini terjadi pada tahun 1880 pada masa
Pemerintahan Bupati Jember yakni Raden Arya Candranegara.

Rangkaian Acara
Dalam Upacara

Perlu anda tahu bahwa pelaksanaan Upacara
Ngasa ini berawal dari berjalannya
masyarakat menuju
Pesarean Gedong yang pada barisan paling depan adalah Si Juru Kunci. Setelah
sampai, acara yang selanjutnya adalah sambutan-sambutan.

Nah, puncak dari acara ini adalah berdoa
atau pembacaan doa bersama dengan menggunakan bahasa Sunda. Kemudian makan makanan
khas yang salah satunya adalah
papais
jagung
dan
nasi
ketan.

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *