Pantangan yang Harus Dihindari Saat Upacara Adat Ngasa di Gandoang

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Pantangan
saat Upacara Adat Ngasa di Desa Gandoang, Salem, Brebes ini menjadi konsumsi
publik. Karena masyarakat sekitar mempercayai apabila melanggar salah satu
pantangannya akan berakibat buruk.

Upacara
Adat Ngasa merupakan ritual upacara adat masyarakat yang bermukim di desa
Gandoang, Brebes. Tradisi adat yang dilaksanakan pada satu kali dalam setahun
itu sudah ada sejak  ratusan tahun lalu.

Upacara
Ngasa dilaksanakan dan diperingati pada mangsa kasanga atau bulan
kesembilan di kalender Jawa. Hari peringatannya dilakukan pada Jumat Kliwon
atau Selasa Kliwon di lereng Gunung Sagara.

Setelah
melaksanakan rangkaian ritual, upacara itu ditutup dengan acara makan-makan
bersama.

Sajian
makanan yang ada pada peringatan itu adalah jagung-jagungan dan umbi. Namun sebenarnya
ada pantangan yang harus dihindari masyarakat desa Gandoang.

Penasaran
apa saja pantangan yang harus dihindari dalam upacara adat Ngasa di desa
Gandoang? Simak ulasannya dibawah ini!

Pantangan Saat Upacara Adat Ngasa Desa Gandoang

Banyak
hal yang tidak boleh dilakukan ketika sedang melaksanakan upacara adat Ngasa.
Mulai dari makanan, sajian dalam peringatan, hingga peralatan makan yang
digunakan.

Dilarang Memakan Nasi, Daging dan Ikan

Pantangan
saat upacara adat Ngasa yang pertama ialah tidak boleh memakan nasi, daging dan
ikan. Tradisi turun temurun ini hanya memperbolehkan masyarakat memakan jagung
dan umbi.

Karena
hal tersebut sebagai rasa syukur atas hasil hutan mereka. Selain itu, semua
bahan tersebut sudah tersedia di alam atau lingkungan.

Untuk
tempat makan pun mereka menggunakan bahan yang terbuat dari seng atau daun.
Selain itu, mereka juga dilarang menggunakan peralatan makan minum yang
berbahan dasar kaca.

Dilarang Memakan Makanan yang Bernyawa

Pantangan
saat upacara adat Ngasa yang kedua ialah tidak boleh memakan makanan dari hewan
atau bernyawa. Hal tersebut sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Betara
Windu Buana yang merupakan pencipta alam.

Rumah
masyarakat desa Gandoang pun masih menggunakan dinding kayu dan atap seng.
Karena, mereka pantang memakai semen.

Rumah
mereka juga tidak boleh memakai keramik. Selain itu, juga tidak diperbolehkan
menanam kedelai, bahkan memelihara hewan ternak seperti domba, kerbau, dan
angsa.

Namun
terdapat hal unik lainnya, meskipun Brebes adalah salah satu daerah yang
terkenal dengan julukan kota Bawang Merah, namun warga desa Gandoang tidak
boleh menanam tanaman khas itu. Kemudian, untuk tanaman lain yang juga tidak
boleh ditanam adalah kedelai.

Masyarakat
sekitar percaya apabila melanggar salah satu pantangan tersebut akan terjadi
sebuah bencana alam.

Sehingga,
masyarakat sangat taat dan rutin melaksanakan upacara adat Ngasa desa Gandoang.

Dalam Upacara Adat Ngasa Terdapat Kesenian yang Mengiringinya

Peringatan
upacara adat Ngasa akan muncul beberapa kesenian lain yang mengiringinya.
Seperti, Perang Centong yang memiliki arti peperangan antara Gandawangi dan
Gandasari, menggambarkan kejahatan dan kebaikan.

Selain
itu, terdapat Tari Nenandur yang menggambarkan kegiatan masyarakat sekitar
sebagai petani.

Dilengkapi
juga anak-anak bersuka cita, menari dengan gesit yang terpampang melalui Tari
Manuk Dadali.

Tari
Dinding Pun juga menjadi salah satu ciri khas untuk menggambarkan para ibu yang
sedang menumbuk padi di lesung.

Sementara
itu, lima orang pemuda lelaki melakukan Tari Rotan Gila. Dalam istilah bahasa
Sunda, tari ini disebut dengan tari Hoe Gelo.

Hoe
yang memiliki arti rotan, dan Gelo yang memiliki arti gila. Hoe Gelo ini
memperlihatkan suka cita pemuda lelaki desa setelah panen, serta melatih
kekuatan sehabis makan hasil bumi.

Banyak
sekali keunikan yang ada dalam desa Gandoang, salah satunya adalah pantangan
saat upacara adat Ngasa. Hal tersebut adalah sebuah kearifan lokal yang di
Indonesia miliki dari salah satu daerah, yakni Brebes.(/bayraharjo)

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *