Menikmati Martabak Legendaris Di Kota Bogor: Martabak Encek Suryakencana

banner 468x60
Foto: IG @tom_foodetective

KANGENTRAVELING.COM – Bila Anda berkesempatan berkunjung ke Kota Bogor dan ingin merasakan kelezatan martabak yang legendaris, Martabak Encek di kawasan Suryakencana harus masuk dalam daftar tujuan Anda.

Kawasan ini adalah surganya para pecinta kuliner, dengan berbagai makanan legendaris menjajakan cita rasa yang tak terlupakan.

Sejarah Singkat Martabak Encek

Encek, yang merupakan sebutan akrab untuk pemilik asli toko martabak ini, Acoy, adalah seorang pedagang martabak legendaris di kota Bogor.

Sejak 1972, Encek telah meramaikan pasar kuliner Bogor dengan kedai martabaknya yang sederhana di tepi jalan Suryakencana, Bogor Tengah.

Pada tahun 2017, kedai ini mulai pindah lebih ke dalam dan kini berlokasi di Jalan Roda, tepat di sisi kiri jalan. Meskipun telah berpindah lokasi, toko ini tetap mudah ditemukan.

Dengan pintu teralis besi berwarna hijau dan beberapa anak tangga yang harus dinaiki sebelum memesan martabak, Martabak Encek tetap eksis dan memiliki daya tarik tersendiri.

Keunikan Martabak Encek

Meski pindah lokasi, pelanggan Martabak Encek tidak berkurang. Hal ini dikarenakan Encek senantiasa mempertahankan tradisi lokal dalam setiap proses pembuatan martabaknya.

Misalnya, hingga saat ini Encek masih menggunakan arang untuk memanggang martabak, yang menghasilkan aroma yang khas dan berbeda dengan penjaja martabak lainnya.

Soal rasa, Martabak Encek terkenal dengan kesederhanaannya. Total menu martabak yang ditawarkan ada sembilan, yakni martabak polos, coklat, kacang, keju, dan perpaduan dari keempat rasa tersebut. 

Encek bertekad mempertahankan cita rasa klasik tanpa perlu mengikuti perkembangan zaman.

Sukses Warisan Martabak Encek

“Selama 50 tahun ini, banyak yang kami jaga, mulai dari cara memasak, resep, rasa, hingga sampai kotak kemasan,” ujar Holil, putra Encek yang kini telah ikut serta membantu usaha ini.

Tiga anak Encek kini turut membantu dalam menjaga eksistensi pelopor martabak ini. Dua anak Encek melayani pelanggan di lokasi utama di Jalan Roda, dan satu lainnya berhasil membuka cabang baru di dekat Universitas Pakuan.

Walau usia Encek telah menginjak 80 tahun, ia masih mampu menjual 50 loyang martabak setiap harinya dan jumlah ini bisa meningkat menjadi 70-80 loyang pada akhir pekan.

Bahkan, mayoritas pembeli Martabak Encek datang dari luar kota seperti Bandung dan Jakarta. “Omzet per bulannya mencapai Rp90-100 juta. Pelanggan kami bahkan sudah mencapai generasi kedua. Jadi, yang datang ke sini bukan hanya orang tuanya, tetapi juga anak-anak dan cucu mereka,” tambah Holil sembari tertawa.

Martabak Encek tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menjual kenangan dan cinta pada tradisi.

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment