Masjid Tan’im: Miqat Pilihan Jamaah Haji dan Umroh asal Indonesia

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Sejumlah jamaah haji dari Indonesia yang pernah singgah di Masjid Tan’im mengaku terpesona dengan keindahan dan kemewahan masjid tersebut.

Ketika berada di dalam area Masjid Tan’im, jamaah akan merasa lebih nyaman dengan hamparan karpet lembut berwarna merah dan penyejuk udara yang menyejukkan. Cahaya masjid dipancarkan dari berbagai lampu putih yang tergantung di atap.
Tan’im adalah nama sebuah desa sekitar enam kilometer dari Makkah. Di sana, terdapat masjid yang diberi nama sesuai desa tersebut, yaitu Masjid Tan’im. Letaknya kurang lebih 7,5 kilometer utara Masjid Al Haram.
Masjid ini memiliki nilai historis yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW menetapkan Masjid Tan’im sebagai salah satu tempat untuk memulai ibadah haji atau umroh. Masjid ini juga dikenal sebagai Miqat Aisyah, merujuk pada salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang pernah menggunakan miqat ini, Aisyah RA.
Dikisahkan dalam sebuah hadis, setelah menyelesaikan ibadah haji perpisahan (hijjatul wada) bersama Nabi Muhammad SAW, Ummul Mukminin Aisyah RA melaksanakan umroh. Untuk memulai ihram umroh, Nabi Muhammad SAW menyuruh Aisyah RA menuju Tan’im dan mulai ihram dari sana.
Kejadian pada tahun ke-9 Hijriyah itu kemudian menjadi alasan mengapa Masjid Tan’im disebut sebagai Miqat Ummul Mukminin Aisyah RA.
Meski demikian, nama resmi masjid yang kini berdiri megah dengan fasilitas seperti kamar mandi, pendingin udara, tempat wudhu mewah, dan air minum dingin tetaplah Masjid Tan’im.
Berlokasi di sepanjang jalur antara Makkah dan Madinah, Masjid Tan’im merupakan salah satu miqat yang sangat ramai. Mereka yang ingin mengambil miqat di sini disarankan untuk sudah mengenakan ihram sejak berada di Makkah.
Masjid Tan’im adalah batas tanah suci paling dekat dengan Masjidil Haram. Jamaah haji yang tidak mengambil miqat di Tan’im bisa mengunjungi masjid ini saat waktu luang menunggu puncak haji. Untuk ke Tan’im, jamaah bisa menggunakan kendaraan umum atau taksi dengan biaya sekitar 10 riyal.
Sejak zaman Nabi Muhammad hingga kini, Masjid Tan’im telah beberapa kali direnovasi. Pembangunan kembali masjid dilakukan saat Khadim Al-Haramain Asy-Syarifain, yaitu Raja Fahd bin Abdul Azis. Renovasi besar-besaran Masjid Tan’im membutuhkan biaya sekitar 100 juta riyal, sehingga kini masjid ini dapat menampung sekitar 15 ribu jamaah.
Pasca renovasi, luas keseluruhan masjid sekitar 84 ribu meter persegi. Namun, bangunan utama masjid hanya memiliki luas sekitar 6 ribu meter persegi. Area selebihnya, terdapat halaman parkir luas di sekitar masjid. Jamaah yang membawa kendaraan sendiri bisa memanfaatkan pelataran parkir untuk tempat parkir.
Pohon-pohon kurma yang ada di teras masjid membuat keindahan Masjid Tan’im semakin menawan. Banyak jamaah yang ingin mengabadikan keindahan masjid dengan mengambil foto di pelataran. Meski larangan berfoto di dalam masjid juga berlaku di Masjid Tan’im, beberapa jamaah tetap mencoba mengambil foto dengan kamera ponsel secara diam-diam.
Perlu diingat, siapa pun yang ketahuan mengambil foto di dalam masjid akan ditangkap oleh petugas dan menerima hukuman yang berlaku di tanah suci, bahkan penjara.
Mereka yang ‘kurang beruntung’ hanya akan mendapat denda karena melanggar aturan berfoto di dalam masjid. Oleh karena itu, hindari mengambil foto di dalam masjid. Peringatan ini tidak hanya berlaku di Masjid Tan’im, tetapi juga di seluruh masjid yang berada di tanah suci.
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *