Makam Syekh Bela-Belu: Sebuah Wawasan tentang Pendakwah Legendaris yang Aneh

banner 468x60

KANGRNTRAVELING.COM – Pantai Parangtritis di Yogyakarta memiliki dua makam ulama legendaris yang penuh dengan kisah dan sejarah – Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking.

Meski tak selalu dipenuhi oleh peziarah, sosok-sosok ini memiliki cerita unik semasa hidupnya, yang membuat mereka layak untuk diketahui dan dibahas lebih lanjut.
Laku Aneh Sang Syekh
Dalam sejarah Kerajaan Islam Pertama di Jawa, De Graaf mengenal Syekh Bela-Belu sebagai sosok yang aneh. Syekh itu dikenal karena menjalankan laku tirakat dengan cara makan terus-menerus, tetapi apa yang Ia makan adalah nasi yang dimasak bersama pasir pantai.
Menurut Surakso Trirejo, salah seorang abdi dalem yang menemani saya naik, cara ini merupakan cara Syekh Bela-Belu dalam belajar sabar dan prihatin.
Tentu saja, mengejar ilmu tidak mudah. Syekh Bela-Belu adalah buktinya. Bahkan dalam menghadapi pergeseran agama yang terjadi di Majapahit, Syekh Bela-Belu tetap setia pada Islam.
Dia dan Damiaking adalah pelarian dan dua nama ini masih berkaitan antara Brawijaya V, penguasa terakhir Majapahit, dan Panembahan Selohening.
Adu Kesaktian
Tak hanya laku tirakat yang aneh, kisah Syekh Bela-Belu juga melibatkan adu kesaktian dengan Maulana Maghribi. Maulana Maghribi mendatangi Bela-Belu untuk mengajaknya menunaikan salat Jumat di Mekah.
Meski beliau berangkat terakhir, beliau tiba lebih dahulu di Mekah. Momen ini lantas menjadi titik balik cara pandang Maulana Maghribi terhadap Bela-Belu. Sang syekh asal Persia tersebut mengakui kehebatan ilmu Bela-Belu dan memandangnya dalam posisi setara,
Pengaruh pada Masyarakat
Meski berstatus cagar budaya, makam Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking kerap dikunjungi oleh peziarah dari berbagai kota. Lokasi ini juga sering dijadikan tempat untuk mengadakan acara nyadran, upacara untuk mengirimkan doa kepada para leluhur.
Nyadran diadakan secara bergantian di Makam Syekh Maulana Maghribi, Makam Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking, serta Cepuri Parangkusumo.
Sebagai ulama dengan nama besar, Syekh Bela-Belu, Syekh Damiaking, dan Syekh Maulana Maghribi dianggap sebagai pepunden atau leluhur bagi warga di sekitar makam. Mereka dianggap sebagai peletak dasar nilai agama dari masa silam.
Meski memiliki laku aneh, keberadaan Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking kini menjadi bagian dari sejarah dan budaya Yogyakarta.
Jadi, jika Anda mampir ke Pantai Parangtritis, tak ada salahnya mengunjungi makam mereka dan membaca doa sebagai tanda menghargai jasa-jasa mereka.
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *