Kampuang Wisata Saribu Gonjong: Jejak Keunikan Rumah Gadang Khas Minang

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Hai teman-teman, pernah mendengar tentang rumah tradisional masyarakat adat Minangkabau? Itulah Rumah Gadang, rumah dengan arsitektur yang unik dan begitu khas dengan atap tinggi dan lancip. Tapi tahukah kalian, di Sumatera Barat terdapat desa Wisata Saribu Gonjong, kawasan yang dipenuhi dengan Rumah Gadang.

Desa wisata kini menjadi andalan dalam meramaikan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Saribu Gonjong merupakan salah satu desa wisata yang semakin populer di Sumatera Barat. Desa ini mencuri perhatian banyak orang, bahkan berhasil meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dalam kategori ‘Pelayanan Homestay’.
Kampung Adat dengan Prestasi
Dengan atap lancip atau yang disebut gonjong, desa wisata Saribu Gonjong atau dikenal juga dengan Sarugo ini mengambil nama dari ciri khas bangunannya. Atap gonjong tidak hanya sekadar estetika, bentuk ini secara khusus dirancang untuk menyesuaikan iklim tropis dan terbukti tahan gempa.
Inagurasi Sarugo dilakukan pada tahun 2019 dan sejak itu desa ini meraih prestasi membanggakan. Dikarenakan kelestarian adat dan budayanya, Sarugo masuk dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020 kategori Kampung Adat dan meraih Juara II API 2020. Bahkan, pada tahun berikutnya, Desa Saribu Gonjong masuk daftar 50 Desa Wisata Terbaik 2021.
Alam yang Menawan
Tidak hanya arsitektur Rumah Gadang yang menjadi daya tarik, pemandangan alam Saribu Gonjong yang menawan pun mampu memikat wisatawan. Dikelilingi pegunungan Bukit Barisan, desa ini menawarkan udara sejuk dan suasana yang tenang. Anda bisa menikmati warna hijau pegunungan, persawahan dan perkebunan masyarakat setempat.
Salah satu buah yang menjadi komoditas di desa ini adalah Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) dengan lahan mencapai 200 hektar.
Menuju Desa Saribu Gonjong
Desa Saribu Gonjong terletak sekitar 180 kilometer di sebelah utara Kota Padang, di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Limapuluh Kota. Untuk sampai ke sini, perjalanan bisa ditempuh dari Bukittinggi atau Payakumbuh selama kurang lebih 5 jam. Meski jaraknya cukup jauh, pemandangan indah sepanjang perjalanan akan menjadi obat kelelahan.
Teman-teman juga bisa mengikuti perkembangan dan informasi terbaru Desa Saribu Gonjong melalui Instagram @kampung.wisata.sarugo
Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang desa wisata Saribu Gonjong yang wajib kamu ketahui!
1. Filosofi Nama ‘Saribu Gonjong’
Saribu Gonjong memiliki arti ‘Seribu Atap Rumah Gadang khas Minangkabau’ yang merujuk pada banyaknya Rumah Gadang beratap gonjong di desa wisata ini. Filosofi ‘gonjong’ sendiri bermakna beragam, mulai dari tanduk kerbau, haluan kapal, hingga daun sirih yang bersusun.
Atap gonjong ini memiliki makna filosofis, seperti hierarki dalam pengambilan keputusan. Bentuknya yang lengkung dan dominan menunjukkan sifat diplomatis dalam berkomunikasi. Gonjong juga menjadi simbol perahu sebagai kenangan leluhur Minangkabau yang berlayar ke daerah tersebut, topi Iskandar Zulkarnain yang melambangkan kekuasaan, dan lima gonjong yang ada pada setiap Rumah Gadang melambangkan Rukun Islam.
2. Ikatan Historis dengan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)
Desa wisata Saribu Gonjong, atau sering disebut Sarugo, merupakan kawasan penting dalam sejarah PDRI. Ketua PDRI Syafruddin Prawiranegara dan beberapa petinggi lain pernah menginap di desa ini. Kini, pengunjung dapat melihat beberapa peninggalan bersejarah yang membuktikan ikatan historis Saribu Gonjong dengan PDRI.
3. Kebun Jeruk Siam Gunuang Omeh
Saribu Gonjong juga dikenal akan hasil alamnya, salah satunya adalah jeruk siam gunuang omeh yang menjadi komoditi khas desa ini. Terdapat sekitar 200 hektar kebun jeruk siam gunuang omeh di Saribu Gonjong.
Masyarakat setempat terus mengembangkan sektor perkebunan dan agrowisata ini, yang potensial dalam membangkitkan perekonomian desa.
Desa wisata Saribu Gonjong dapat menjadi destinasi liburan yang seru dan menarik.
Desa Saribu Gonjong menjadi contoh bagaimana keindahan arsitektur lokal bisa menjadi daya tarik wisata yang membanggakan. Jadi, kapan kita berkunjung ke sana?
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *