Es Dawet Jembut Kecabut, Segernya Bikin Nagih

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – PURWOREJO, Indonesia tidak pernah kehabisan wisata kuliner di berbagai daerahnya. Dengan kekayaannya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia bisa menjadi tujuan wisata kuliner yang populer. 

Nah, jika Anda datang ke Purworejo, ada minuman legendaris khas daerah yaitu Es Dawet Jembut Kecabut, minuman lokal yang sayang untuk dilewatkan. Anda dapat menemukan Es dawet jembut kecabut.

Es Dawet Jembut Kecabut terletak di sebelah timur Jembatan Kebutuhan, Kecamatan Kebutuhan, disingkat Jembut Kecabut. Unik dan nikmatnya bakal menarik siapa saja untuk menikmati dawet hitam yang sangat legendaris ini.

Es Dawet Jembut Kecabut ini  terdengar sembrono dan berantakan. Tapi jangan berpikir itu aneh, oke? Dalam bahasa Jawa, Jembut artinya rambut kemaluan, semantara kecabut berarti tercabut dari akarnya. Selain itu, ada yang tidak biasa, Es Dawet Jembut Kecabut ini berwarna hitam. Es Dawet Jembut Kecabut mendapatkan namanya karena terletak di Jembatan Butuh (jembut), Kecamatan Butuh (kecabut). Benar-benar unik dan nyentrik, Es Dawet Jembut Kecabut sangat melegenda dan menarik banyak  pengunjung dari kota lain.

Banyak orang dari kota lain datang ke sini untuk menikmati kesegaran Es Dawet Jembut Kecabut. Es Dawet Ireng khas Purworejo, pertama kali diperkenalkan oleh Mbah Ahmad Dansri pada tahun 1950-an.

Saat musim panen tiba, Mbah Ahmad Dansri berkeliling dari sawah ke sawah untuk menjajakan minuman buatannya itu.

“Awalnya kakek saya yang jualan, sekarang sudah meninggal. Dulu hanya untuk para petani pas musim panen. Keliling ke sana sini dan sekarang minuman itu diwariskan ke kami,” ujar cucu dari mbah Ahmad, Wagiman (39).

Sepeninggal Mbah Ahmad, minuman tersebut dilestarikan oleh anaknya. Hingga akhirnya mencapai generasi ketiga, yaitu Wagiman. Bisnis dawet hitam atau dawet ireng yang dijalankan Wagiman dan istrinya Hartati, 34 tahun, juga semakin populer.

Kini dawet hitam yang sudah jadi minuman khas Purworejo ini setiap hari dijajakan di tepi jalan Purworejo – Kebumen, Desa Butuh, Kecamatan Butuh, tepatnya di sebelah timur jembatan Butuh.

Proses pembuatan dawet hitam khas Purborejo ini dibuat dengan tangan tanpa menggunakan  pewarna buatan. Pertama, masukkan tepung kanji gelang dan didihkan hingga membentuk adonan kental dan membentuk adonan warna hitam 

Warna hitam diperoleh dengan pewarna alami, yaitu dengan membakar jerami padi, lalu abunya ditumbuk dan disaring. “Dawetnya berwarna hitam karena diberikan dengan membakar jerami atau diberi oman, bukan pewarna buatan. Kemudian santan, pemanis darigula kelapa dan es ditambahkan ke dalam campuran dawet, ”tambah Wagiman.

Es Dawet Jembut Kejabut hanya 5.000 ribu. Jika ingin sesuatu yang lebih segar dan lebih enak,  bisa menambahkan 2000 ribu dengan tape ketan. Ratusan porsi Es Dawet Jembut Kejabut setiap hari selalu diserbu pembeli baik kepada pelajar maupun pekerja kantoran, dan wisatawan.(/Bayu Raharjo)

kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *