Cerita Riyadin Puluhan Tahun Mencari Ikan di Waduk Cacaban, Semalam Bisa Dapat 50kg

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Waduk Cacaban yang terletak di Kabupaten Tegal bukan hanya menjadi destinasi wisata, melainkan juga bagi warga setempat menjadi ajang mencari nafkah. Sebagian warga memanfaatkan area perairan luas Waduk Cacaban untuk menyalurkan hobi memancing dan juga mata pencaharian.

Melaut Puluhan Tahun
Salah satu warga tersebut adalah Riyadin, seorang nelayan yang biasa mencari ikan di perairan Waduk Cacaban. Aktivitas tersebut sudah dilakukan Riyadin sejak masih kecil dan terus berlangsung sampai saat ini, total sudah puluhan tahun Riyadin mencari ikan di sini untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri serta menyalurkan hobi sejak kecil.
Riyadin tidak mencari ikan setiap hari, melainkan tiga atau empat kali dalam seminggu. Ia biasa mencari ikan Mujair, Golsom, Toman, dan Gabus. Riyadin bisa memperoleh 4-5 kilogram ikan dalam waktu singkat, tetapi saat mencari ikan semalam suntuk, ia bisa memperoleh sampai 50 kilogram ikan.
Siang Petani, Malam Nelayan
Selain berprofesi sebagai nelayan, Riyadin juga seorang petani jagung di lahan sendiri. Namun, pada musim kemarau, ia lebih memilih mencari ikan di Waduk Cacaban. Satu kendala sejauh ini adalah jumlah tengkulak di area Waduk Cacaban terbatas, sehingga jika tangkapan ikan sedang banyak ia justru bingung menjual ke mana.
Riyadin berharap kedepannya tengkulak akan lebih banyak jumlahnya, sehingga para nelayan tidak kebingungan untuk menjual hasil tangkapannya jika melimpah.
Harga Ikan
Harga jual ikan bergantung jenis dan ukurannya. Seperti ikan Gabus yang harga Rp 20 ribu per kilogram, ikan Mujair besar harga Rp 15 ribu per kilogram dan yang kecil Rp 10 ribu per kilogram.
Ketika semalam suntuk Riyadin bisa mendapatkan uang Rp 200 ribu, namun itu belum dipotong biaya bensin dan pemeliharaan perahu. Walaupun begitu, meski terkadang ikan susah dijual, Riyadin tetap mencari ikan sambil menunggu musim bertani tiba.
Riyadin, setelah puluhan tahun menjadi nelayan dan petani, adalah simbol ketekunan dan seni hidup bertahan dengan apa adanya, sekaligus gambaran bahwa keberadaan tengkulak yang berjumlah cukup dalam skala lokal dapat membantu nelayan menjual hasil tangkapannya. (*)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *