Bus Pariwisata Terguling di Sekitar Bukit Bego Bantul, Ternyata Rombongan dari Sukoharjo

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Bus Pariwisata mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Bantul, pada hari Kamis (8/2/2024). Bus tersebut dipenuhi oleh penumpang yang merupakan rombongan dari Dusun Kesongo, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Camat Mojolaban, Joko Windarto, membenarkan tentang kejadian tersebut dan juga mengonfirmasi asal dari rombongan penumpang tersebut. Berdasarkan penuturannya, rombongan berjumlah sekitar 50 orang.

“Kemungkinan rombongan tersebut berjumlah sekitar 50 orang,” ujar Joko.

Akibat dari kecelakaan ini, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat. Sesuai pernyataan Kapolres Bantul AKBP Michael R. Risakotta, kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Panembahan Senopati.

“Korban satu meninggal dunia satu luka berat dievakuasi ke RSUD Panembahan Senopati,” kata Kapolres Bantul AKBP Michael R. Risakotta.

Rombongan ini sebelumnya sedang dalam perjalanan dari Puncak Becici menuju Parangtritis. Hingga saat ini, petugas masih menyelidiki apa penyebab dari tergulingnya bus pariwisata berpelat E 7607 V tersebut. Kecelakaan ini sempat membuat jalan menjadi macet yang kemudian ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses evakuasi.

Lurah Girirejo, Dwi Yuli Purwanti, menjadi saksi kejadian ini. Dwi yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kecelakaan mulanya mendengar suara keras dari arah jalanan sekitar pukul 13.20 WIB.

“Grombyang, kaget langsung bawa motor ke sini dan banyak yang menangis penumpangnya. Banyak sekali penumpangnya,” kata Dwi ditemui di lokasi.

Menurut informasi dari SAR DIY Distrik Bantul, proses evakuasi badan bus dan korban yang terjepit masih dilanjutkan dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.

Fakta menyedihkan terungkap berdasarkan pernyataan singkat oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Singgih Riyadi. Disebutkan bahwa bus tersebut uji kir terakhir kali pada 25 April 2019.

“Hasil pelacakan data kami bahwa bus tersebut uji kirnya 25 April 2019, artinya sudah kedaluwarsa hampir 5 tahun. Tidak pernah diajukan kembali [uji Kir], ini menjadi keprihatinan kami,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Singgih Riyadi. (*)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *