Bir Ali: Mengenal Sejarah dan Keunikan Tempat Miqat Jamaah dari Madinah

banner 468x60

KANGENTRAVELING.COM – Bir Ali adalah salah satu titik yang ditentukan bagi umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah haji atau umrah untuk memasuki ihram. Lokasi-lokasi ini dikenal sebagai miqat.

Begitu melintasi batas miqat dengan niat ihram, seorang peziarah harus mengikuti beragam kewajiban dan larangan ihram selama menjalankan ibadah haji atau umrah.
Dalam buku Atlas Haji dan Umrah karya Sami bin Abdullah al-Maghlout, dinyatakan bahwa Bir Ali dulu disebut Dzul Hulaifah, sebuah desa yang berjarak sekitar 6 atau 7 mil dari kota Madinah.
Dari sini, warga Madinah memulai miqat mereka untuk menunaikan haji. Daerah ini juga merupakan sumber air bagi suku Bani Jusham dan Bani Khafajah dari Klan Uqail.
Sejalan dengan kemajuan waktu, Dzul Hulaifah berganti nama menjadi Abyar Ali. Terdapat beberapa versi sejarah mengenai asal-usul nama Abyar Ali tersebut. 
Berdasarkan Atlas Haji dan Umrah, nama tersebut berasal dari Ali bin Dinar, seorang Sultan Darfur yang selama kurang lebih 20 tahun rutin mengirimkan kiswah Ka’bah ke Makkah al-Mukarramah dari Fasher, ibu kota Darfur.
Sumber lain yang ditulis oleh KH Ahmad Chodri Romli dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah menyatakan bahwa daerah ini disebut Bir Ali karena dahulu Sayyidina Ali Bin Abi Thalib RA. pernah menggali beberapa sumur di kawasan ini.
Menurut buku ini, Bir berasal dari kata Bi’run yang berarti sumur dan bentuk jamaknya Abyar.
Rasulullah SAW menetapkan tempat ini sebagai Miqat Makani (lokasi memulai ihram haji atau umrah) bagi peziarah yang datang dari Madinah dan sekitarnya. Di lokasi ini, dibangun sebuah masjid yang cukup luas yang dinamakan Masjid Asy-syajarah (masjid pohon). (/kt)
kangentraveling.com
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *